Pemilihan Metode Sosialisasi sebagai Upaya Peningkatan Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Mandiri

Zulfa Auliyati Agustina, Turniani Laksmiarti, Diyan Ermawan Effendi

Abstract


Universal Health Coverage (UHC) is targeted to achieved in 2019. However, until March 2016 thenumber of participants was 163,327,183, or 63% from total population of Indonesia. The low participation because of the uneven distribution of information received by the community especially the potential participants of individual BPJS. The main problem faced by the potential BPJS participants is the lack of information in respect of the registration procedure, payment of contributions and utilization of servicesin health facilities. This research was aimed at analyzing the information sources accessed by the potential BPJS participants and information channel utilized by BPJS provider. This research used aqualitative descriptive approach by analyzing facebook and twitter member discussion in October 2016.The results indicated that most of the community member has not received comprehensive information about BPJS Kesehatan. This phenomenon was identified from the presence of difficulties in obtaining membership card (34.1%), contribution payment (75%) and less frequent of dissemination on television (15%). The recommendation proposed from the results of this study is the need to formulate information dissemination methods suited to the segments or targets of potential individual BPJS participants.The formulation of the dissemination methods should involve the cooperation between the related stakeholders as such Ministry of Transportation and Directorate General of Taxes of Ministry of Finance (in the management of Vehicle Tax for middle and upper segment of society) and Ministry of Internal Affairs (Community Empowerment division) for low to middle class with the utilization of Posyandu cadres.

Abstrak

Universal Health Coverage (UHC) ditargetkan tercapai pada tahun 2019. Namun, sampai dengan Maret 2016 jumlah peserta adalah 163.327.183 jiwa atau 63% dari total penduduk Indonesia. Masih rendahnya cakupan kepesertaan tersebut diakibatkan belum meratanya informasi yang diterima oleh masyarakat khususnya calon peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Mandiri. Masalah utama yang dihadapi calon peserta BPJS Kesehatan adalah kurangnya informasi tentang prosedur pendaftaran, pembayaran iuran maupun pemanfaatan pelayanan di fasilitas kesehatan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis sumber informasi yang biasa diakses oleh calon peserta dan media sosialisasi yang digunakan oleh BPJS Kesehatan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis diskusi pada facebook dan twitter dengan kata kunci BPJS selama rentang waktu Oktober2016. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat belum menerima informasi yang disampaikan secara utuh (komprehensif), hal ini terlihat dari masih adanya kendala dalam memperoleh kartu keanggotaan (34,1%), pembayaran iuran (75%) dan rendahnya sosialisasi melalui media TV (15%). Rekomendasiyang dirumuskan dari hasil kajian ini adalah penyusunan metode sosialisasi yang disesuaikan dengan segmen atau sasaran calon peserta BPJS Mandiri. Penyusunan bahan sosialisasi memerlukan kerjasama lintas sektor yang terkait, yaitu Kementerian Perhubungan dan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (dalam pengurusan pajak kendaraan untuk segmen masyarakat menengah ke atas) dan Kementerian Dalam Negeri (Bidang Pemberdayaan Masyarakat) untuk segmen menengah ke bawah yaitu dengan pemanfaatan kader Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).


Keywords


sosialisasi; BPJS; peserta mandiri

References


Idris H, Trisnantoro L, Satriawan E. Perluasan kepesertaan jaminan kesehatan bagi pekerja sektor informal. (Studi evaluasi pra dan pasca

jaminan kesehatan sasional). J Kebijak Kesehat Indones. 2015;4(4):138–45.

BPJS Kesehatan. Peserta program JKN [Internet]. 2016. Available from: bpjskesehatan. go.id. [Diakses tanggal 27 Oktober 2016].

Nopiyani NMS, Indrayathi PA, Listyowati R. Analisis determinan kepatuhan dan pengembangan strategi peningkatan kepatuhan

pembayaran iuran pada peserta JKN non PBI mandiri di Kota Denpasar sebuah joint research kerja sama antara. Denpasar; 2015.

Sevilla CG, Ochave JA, Punsalan TG, Regala BP, Uriarte GB. Pengantar metode penelitian. Jakarta: UI Press; 1993.

Presiden RI. Undang-undang nomor 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional. 2004 p. 1–29.

Widhiastuti IAP, Januraga PP, Wirawan DN. Hubungan persepsi manfaat dengan kepesertaan JKN secara Mandiri di Puskesmas

I Denpasar Timur. Public Heal Prev Med Arch. 2015;3(2):203–10.

Siswoyo BE, Prabandari YS, Hendrartini Y. Kesadaran pekerja sektor informal terhadap program jaminan kesehatan nasional di Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta. J Kebijak Kesehat Indones. 2015;4(4):118–25.

Fajrianti T. Hubungan pengetahuan, pendapatan, persepsi dan sosialisasi dengan kepesertaan jaminan kesehatan nasional mandiri di wilayah kerja Puskesmas Santok Kota Pariaman Tahun 2015. [Skripsi]. Universitas Andalas; 2016.

Kementerian Kesehatan RI. Buku pegangan sosialisasi jaminan kesehatan nasional (JKN) dalam sistem jaminan sosial nasional. Jakarta:

Kementerian Kesehatan RI; 2013.

Putro G, Barida I. Manajemen peningkatan kepesertaan dalam jaminan kesehatan nasional pada kelompok nelayan non penerima

bantuan iuran (Non PBI). Media Litbangkes. 2017;27(Maret):17–24.

Yellaiah J. Awareness of health insurance in Andhra Pradesh. Int J Sci Res Publ. 2012;2(6):1–6.

Lestari FN. Faktor-faktor perilaku kepatuhan peserta mandiri membayar iuran BPJS kesehatan di kantor cabang Jakarta Selatan

tahun 2015. Universitas Indonesia; 2016.

Anggraeni R, Triwardhani IJ. Prosiding manajemen komunikasi ISSN: 2460-6537. Pros Manaj Komun. 2015;134–8.

Himawan H. Audit komunikasi tentang sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Malang Raya studi pada masyarakat Desa Landungsari,

Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. 2015.

Seran MAT, Maramis FR., Mandagi CK. Analisis pelaksanaan strategi BPJS kesehatan cabang Manado dalam sosialisasi program JKN di Kota Manado. J Ikmas. 2016;8(3).

Intiasari AD, Trisnantoro L, Hendrartini J. Potret masyarakat sektor informal di Indonesia: kesehatan sebagai upaya perluasan kepesertaan

pada skema non PBI mandiri. J Kebijak Kesehat Indones. 2015;4(4):126–32.

Suryani Y, Ratnawati. Gambaran pelaksanaan pelayanan BPJS kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Semarang. Kebijak Kesehat Indones. 2016;5(1):9–13.

Humphrey AS. SWOT analysis for management consulting. SRI Alumni Association Newsletter; 2005.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Media of Health Research & Development)Indexed on:

p-ISSN: 0853-9987
e-ISSN: 2338-3445
Published by: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Jalan Percetakan Negara No.29
Jakarta Pusat 10560
Indonesia



Visitor of MPK : View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Copyright©2016-Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan