Aspek Sosio Demografi dan Kondisi Lingkungan Kaitannya dengan Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016

Wening Widjajanti, Aryani Pujiyanti, Arief Mulyono

Abstract


Leptospirosis is a zoonotic disease transmitted by Leptospira bacteria which can be prevented if peoplehave knowledge and clean and healthy life behavior. Klaten District is one of the districts in CentralJava Province that reported 39 cases and five leptospirosis deaths during 2016. This study aimed toidentify the socio-demographic aspects and environmental conditions associated with the incidenceof leptospirosis in Klaten district, Central Java Province. This research was a descriptively analyzedsurvey. The respondents of this study were people living around leptospirosis patients. The samples inthis study were all residents living in the vicinity of leptospirosis patients and their homes became thelocation of the installation of 38 traps of mice.The results showed that the respondents’ knowledge ofleptospirosis were still low, that they had never heard of leptospirosis, did not know if leptospirosis wasdangerous, did not know the cause and the symptoms of leptospirosis, that leptospirosis could be cured,how the transmission and prevention of leptospirosis. Likewise, the behavior of leptospirosis preventionby respondents was also still low, because there were still respondents who did activities in the river,did not use personal protective equipment, disposed dead rats in vain, had no waste water disposal and did not have a covered trash can. The recommendations of this research are the needs to increaseknowledge for the whole community related to leptospirosis through visual, audio and audiovisual mediaby mobilizing and involving the health cadres in the local area and cross-sectoral to cooperate on aregular and continuous basis.

 

Abstrak

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan oleh bakteri Leptospira, dapat dicegah jikamasyarakat memiliki pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kabupaten Klaten merupakansalah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang melaporkan adanya 39 kasus dan lima kematianakibat leptospirosis selama tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek sosiodemografi dan kondisi lingkungan yang berkaitan dengan kejadian leptospirosis di Kabupaten KlatenProvinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan survei yang dianalisis secara deskriptif. Respondenpenelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di sekitar penderita leptospirosis. Sampel dalampenelitian ini adalah seluruh warga yang tinggal di sekitar penderita leptospirosis dan rumah merekamenjadi lokasi pemasangan perangkap tikus sebanyak 38 orang. Hasil penelitian adalah pengetahuanresponden tentang leptospirosis masih rendah, yaitu: ada yang tidak tahu mengenai leptospirosis, tidaktahu bahaya leptospirosis, tidak tahu penyebab leptospirosis, tidak tahu gejala leptospirosis, tidak tahubahwa leptospirosis dapat disembuhkan, tidak tahu cara penularan dan pencegahan leptospirosis.Demikian juga dengan perilaku pencegahan leptospirosis oleh responden juga masih rendah, karenamasih ada responden yang melakukan aktivitas di sungai, tidak menggunakan alat pelindung diri,membuang bangkai tikus sembarangan, tidak memiliki tempat pembuangan air limbah dan tidakmemiliki tempat sampah tertutup. Rekomendasi penelitian ini adalah perlu peningkatan pengetahuanuntuk seluruh masyarakat terkait dengan leptospirosis melalui media visual, audio maupun audiovisual,dengan menggerakkan dan melibatkan kader kesehatan di wilayah setempat dan kerja sama lintassektor secara rutin dan berkesinambungan.


Keywords


pengetahuan; perilaku; leptospirosis

References


Widoyono W. Infeksi bakteri. In: Penyakit tropis epidemiologi, penularan,pencegahan dan Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga; 2011. p. 63–8.

Kementerian Kesehatan RI. Profil kesehatan Indonesia 2014 [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2015. Available

from:http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2012.pdf. [Diakses

Maret 2016].

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil kesehatan provinsi Jawa Tengah tahun 2015. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa

Tengah; 2015.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Buku saku kesehatan tahun 2016. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah; 2017.

Levett PN. Leptospirosis. Clin Microbiol Rev. 2001;14(2):296–326.

WHO. Estimating the global burden of human leptospirosis. 2009;2.

WHO. Leptospirosis. Excerpt from “WHO Recomm Stand Strateg surveillance, Prev Control Commun Dis. 2014;1–4.

WHO. Human leptospirosis: guidance for diagnosis surveilance and control. Malta: WHO; 2003.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Permenkes Nomor 1501/MENKES/PER/X/2010 tentang jenis penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan wabah dan upaya penanggulangan. Jakarta: Kementerian Kesehatan;2010.

Ristiyanto, Handayani FD, Boewono DT, Heriyanto B. Penyakit tular Rodensia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 2014.

CDC. CDC-Leptospirosis, General Information-NCZVED. Natl Cent Emerg Zoonotic Infect Dis [Internet]. 2014;13(1):1–5. Available from:

http://www.cdc.gov/leptospirosis/. [Diakses 17 Maret 2016]

Priyanto A, Hadisaputro S, Santoso L, Gasem H, Adi S. Faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian leptospirosis (studi kasus

di Kabupaten Demak). Semarang: Universitas Diponegoro; 2010.

Sarwani D, Rejeki S, Nurlaela S, Octaviana D. Pemetaan dan analisis faktor risiko leptospirosis di Kabupaten Banyumas. J Kesehat Masy Nas.

;8(No.4):179–86.

Murtiningsih B, Budiharta S, Supardi S. Faktor risiko leptospirosis di Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Ber Kedokt Masy. 2005;21(1).

Ningsih R. Faktor risiko lingkungan terhadap kejadian leptospirosis di Jawa Tengah. Semarang: Universitas Diponegoro; 2009.

Supraptono B, Sumiarto B, Pramono D. Interaksi 13 faktor risiko leptospirosis. BerKedokt Masy. 2011;27(2):55–65.

Anies, Hadisaputro S, Sakundarno MS, Suhartono. Lingkungan dan perilaku pada kejadian Lleptospirosis. Media Med Indones. 2009;43(Nomor 6):6–11.

Handayani FD, Ristiyanto. Distribusi dan faktor resiko lingkungan penularan leptospirosis di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Media

Litbang Kesehat. 2008;XVIII(4):193–201.

Okatini M, Purwana R, I Made Djaja. Hubunganfaktor lingkungan dan karakteristik individu terhadap kejadian penyakit leptospirosis

di Jakarta, 2003-2005. Makara Kesehat. 2007;11(1):17–24.

Pertiwi SMB, Setiani O, Nurjazuli. Faktor lingkungan yang berkaitan dengan kejadian leptospirosis di Kabupaten Pati Jawa Tengah. J Kesehat Lingkung Indones. 2014;13(2):51–7.

Rusmini, Kushadiwijaya H. Studi dinamika penularan leptospirosis di Desa Bakung Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Universitas Gadjah Mada; 2006.

Apsari DA, Budiharta S. Analisis spasial leptospirosis dan faktor risikonya di Kabupaten Klaten. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada;

Raharjo J, Hadisaputro S, Winarto. Faktor risiko host pada kejadian leptospirosis di Kabupaten Demak. Balaba. 2015;11(2):105–10.

Pramestuti N, Djati AP, Kesuma AP. Leptospirosis paska banjir di Kabupaten Pati Tahun 2014. Vektora. 2015;7(1):1–6.

Murtiningsih B, Budiharta S, Supardi S. Faktor risiko leptospirosis di Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Ber Kedokt Masy. 2005;XXI(1):17–24.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Gambaran Kesehatan Lanjut Usia di Indonesia. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan [Internet]. 2013;1–18. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/buletin/buletinlansia.pdf. [Diakses 19 Februari 2018]

Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional [Internet]. 2003. p. 1–33. Available from: http://kelembagaan.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2016/08/UU_no_20_th_2003.pdf. [Diakses 22 Februari

Chandra B. Metodologi penelitian kesehatan. I. Belawati FS, editor. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2008. 66-75.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Klaten. Klaten dalam angka 2016. Kabupaten Klaten: Badan Pusat Statistik Kabupaten Klaten; 2016.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Klaten. Statistik daerah Kecamatan Jogonalan tahun 2016. Kabupaten Klaten: Badan Pusat Statistik Kabupaten Klaten; 2016.

Oktarina, Hanafi F, Budisuari MA. Hubungan antara karakteristik responden, keadaan wilayah dengan pengetahuan, sikap terhadap HIV/

AIDS pada masyarakat Indonesia. Bul Penelit Sist Kesehat [Internet]. 2009;124(4):362–9. Available from: http://ejournal.litbang.depkes.

go.id/index.php/hsr/article/view/2742/1525. [Diakses 14 Juni 2017]

Ismail NE, Ahmad S, Sarker MMR, Lim AWH, Ishak NA, Husin N, et al. Knowledge, attitude and practice towards leptospirosis among Malaysian wet market sellers. Malaysian J Pharm. 2015;2(1).

Okatini M, Purwana R, Djaja IM. Hubungan faktor lingkungan dan karakteristik individu terhadap kejadian penyakit leptospirosis. Makara Kesehat. 2007;11(1):17–24.

Notoatmodjo S. Promosi kesehatan teori dan aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta; 2010. 35. Wijayanti T, Isnani T, Kesuma AP. Pengaruh penyuluhan (ceramah dengan power point) terhadap pengetahuan tentang leptospirosis di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang Jawa Tengah. Balaba. 2016;12(1):39–46.

Pujiyanti A, Trapsilowati W. Efek pendidikan kesehatan dalam upaya penanggulangan kejadian luar biasa (KLB) leptospirosis di Kabupaten Bantul Tahun 2011. Balaba. 2014;10(2):65–70.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2014 tentang penanggulangan penyakit menular. Vol. 82.Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014. p. 1–22.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 70/Permentan/KR.100/12/2015 tentang instalasi karantina hewan. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia; 2015.

Victoriano A, Smythe L, Gloriani-Barzaga N, Cavinta L, Kasai T, Limpakarnjanarat K, et al. Leptospirosis in the Asia Pacific region. BMC

Infect Dis [Internet]. 2009;9(1):147. Available from: http://www.biomedcentral.com/1471-2334/9/147. [Diakses 18 Mei 2017]

Ramadhani T, Yunianto B. Kondisi lingkungan pemukiman yang tidak sehat berisiko terhadap kejadian leptospirosis (studi kasus di Kota

Semarang). Suplemen Media Penelit dan Pengemb Kesehat. 2010;XX:S46–54.

Ramadhani T, Yunianto B. Karakteristik individu dan kondisi lingkungan pemukiman di daerah endemis leptospirosis di Kota Semarang. Aspirator. 2010;2(2):66–76.

Ristiyanto, Handayani FD, Gambiro, Wahyuni S. Spot survey reservoir leptospirosis di Desa Bakung, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Bul Penelit Kesehat. 2006;34(3):105–10.

Samarakoon YM, Gunawardena N. Knowledge and self-reported practices regarding leptospirosis among adolescent school children

in a highly endemic rural area in Sri Lanka. Rural Remote Health. 2013;13(4):1–12.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Media of Health Research & Development)Indexed on:

p-ISSN: 0853-9987
e-ISSN: 2338-3445
Published by: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Jalan Percetakan Negara No.29
Jakarta Pusat 10560
Indonesia



Visitor of MPK : View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Copyright©2016-Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan