Penggunaan Kecombrang (Etlingera elatior) sebagai Alternatif Pengganti Sabun dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Suku Baduy

Zulfa Auliyati Agustina, NFn Suharmiyati, Mara Ipa

Abstract


Baduy is one of ethnic Indonesia’s living on the slope of Kendeng’s mountain, Lebak, Province of Banten.Lebak’s Health Service Data in 2013 noted that Kampung Tangtu in Kanekes village is one of sac Yaws Disease, a tropical neglected disease and difficult to eradicated. Adherence to the indigenous traditions in Baduy Dalam about Clean and Healthy Behavior (PHBS) that do not accept modernization such as toothpaste, soap and shampoo, do not use the footwear are the risk factors to the incidence of Yaws inBaduy. This research was conducted to get an idea of the potential of culture-related health problems,including PHBS. This research used an ethnographic approach. The result showed Baduy’s community particularly Baduy Dalam obedient to the Pikukuh and live in harmony with its natural surroundings. Kecombrang (Etlingera elatior) is a natural product with saponins which produce foam, is a plant that is used by Baduy Dalam to take a bath and brush teeth. Kecombrang grown in the forest and not yet cultivated. Conclude that Clean and Healthy Behavior particulary in bathing habits, Baduy Dalam used natural resource around them. In accordance with pikukuh, Baduy Dalam people’s not allowed to use chemical soap because its violating the indigenous traditions. Kecombrang used by Baduy people’s to take a bath, brush the teeth and washed but not yet used for hand washing. It is recommended that keep conducted intensively and continuously approach to the Baduy Dalam by inserting PHBS’s messages while respecting the local wisdom. In addition, cultivation of kecombrang around Baduy Dalam need tobe considered.

Keywords: Baduy Dalam Ethnic, PHBS, Etlingera elatior

 

Abstrak

Suku Baduy merupakan salah satu etnis di Indonesia yang tinggal di lereng pegunungan Kendeng,Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Data Dinas Kesehatan Lebak pada tahun 2013 menyebutkan bahwa Kampung Tangtu di Desa Kanekes merupakan salah satu kantung penyakit Frambusia, penyakit tropis yang terabaikan dan masih sulit diberantas. Kepatuhan terhadap pikukuh Etnik Baduy Dalam terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu tidak menerima modernisasi seperti penggunaan pasta gigi, sabun mandi dan cuci, sampo, dan tidak menggunakan alas kaki merupakan faktor risiko terhadap kejadian Frambusia di Baduy. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran potensi budaya masyarakat terkait masalah kesehatan, salah satunya tentang PHBS. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Baduy terutama warga masyarakat Etnik Baduy Dalam memiliki sifat yang memegang teguh pikukuh dan hidup selaras dengan alam sekitarnya. Kecombrang (Etlingera elatior) yang merupakan hasil alam dengan kandungan saponin yang memiliki sifat menghasilkan busa adalah tumbuhan yang digunakan masyarakat Baduy untuk mandi dan gosok gigi. Kecombrang tumbuh dengan sendirinya dihutan dan belum dibudidayakan. Disimpukan bahwa PHBS khususnya kebiasaan mandi, masyarakat menggunakan hasil alam yang ada disekitarnya. Sesuai dengan pikukuh adat, masyarakat Baduy Dalam tidak diperbolehkan menggunakan sabun dari bahan kimia karena hal tersebut melanggar aturan adat. Kecombrang dimanfaatkan oleh masyarakat Baduy untuk mandi, menggosok gigi dan keramas namun belum dimanfaatkan untuk mencuci tangan.Perlu dilakukan pendekatan yang intensif dan secara terus menerus kepada masyarakat Baduy Dalam dengan menyisipkan pesan-pesan PHBS kepada masyarakat namun tetap menghormati budaya yang ada. Selain itu perlu adanya pembudidayaan kecombrang di sekitar kampung Baduy.

Kata Kunci: Suku Baduy Dalam, PHBS, Etlingera elatior


Keywords


suku Baduy Dalam; PHBS; Etlingera elatior

References


update warta Berita terkini indonesia

Kementerian Kesehatan RI. Riset kesehatan dasar 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013.

Kementerian Kesehatan RI. Rencana strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019. Jakarta: Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan; 2015.

Cipta E. Mandi ala Baduy [Internet]. 2010. Available from: http://www.kompasiana.com/erincipta/mandi-alabaduy_

e4a333110c7050f902

Resa A. Suku Baduy [Internet]. 2012. Available from: http://aisyahresya.blogspot.co.id/2012/12/suku-baduy-3.html

Sucipto T, Julianus Limbeng. Studi tentang religi masyarakat Baduy di Desa Kanekes Provinsi Banten. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata; 2007. 8-9 p.

Koentjaraningrat et al. Masyarakat terasing di Indonesia. Jakarta: Gramedia Utama; 1993.

Wolr Health Organization. Summary report of a consultation on the rradication of yaws : 5-7 March 2012,Morges, Switzerland. Geneva: WHO; 2012.

Senoaji G. Dinamika sosial dan budaya masyarakat baduy dalam mengelola hutan dan lingkungan. Jurnal Bumi Lestari. Agustus 2010;10(2);302–10.

Wilodati. Sistem tatanan masyarakat dan kebudayaan orang Baduy: suatu kajian terhadap perubahan sosial dan kelestarian nilai-nilai tradisional masyarakat Baduy. 1986;1-11.

Indrawardana I. Kearifan lokal adat masyarakat Sunda dalam hubungan dengan lingkungan alam. Komunitas [Internet]. 2012;4(229):1–8. Available from: http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas/article/view/2390

Widyarti M, Arifin HS. Evaluasi keberlanjutan masyarakat Baduy dalam berdasarkan community sustainability assessment. Jurnal Lanskap Indonesia. 2012;4(1):9–14.

Kazadi WM, Asiedu KB, Agana N, Mitjà O. Epidemiology of yaws : An Update. 2014;119–28.

Wanti, Sinaga ER, Irfan, Ganggar M. Kondisi sarana air bersih, perilaku hidup bersih dan sehat terhadap frambusia pada anak-anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat. September 2013;8(2):66-71.

Boedisusanto RI, Waskito F, Kushadiwijaya H. Analisis kondisi rumah, sosial ekonomi dan perilaku sebagai faktor risiko kejadian frambusia di kota Jayapura tahun 2007. Berita Kedokteran Masyarakat. 2009;25(2):82–7.

Liunokas OB. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian frambusia pada anak di Desa Makamenggit, Tanatuku, Praikarang Kecamatan Nggaha Ori Angu Kabupaten Sumba Timur Nusa Tenggara Timur [tesis].Yogyakarta: Universitas

Gadjah Mada; 2009.

Mohammad Ivanto. Suku Baduy dan kesehatan [Internet]. 2011. Available from: http://ivantoxpunya.blogspot.co.id/2011/05/sukubaduy-

dan-kesehatan-disusun-oleh.html.

Lachumy SJT, Sasidharan S, Sumathy V, Zuraini Z. Pharmacological activity , phytochemical analysis and toxicity of methanol extract of Etlingera elatior (Torch Ginger) flowers. Asian Pac J Trop Med [Internet]. 2010;3(10):769–74. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/S1995-7645(10)60185-X

Anonim. Saponins [Internet]. 2016. Available from: http://www.phytochemicals.info/phytochemicals/saponins.php

Handrayani L, Aryani R, Indra. Liquid bath soap formulation and antibacterial activity test against staphylococcus aureus of kecombrang (Etlingera elatior ( Jack ) R . M . Sm .) Flos Extracts. 2014;17–22.

Ipa M, Prasetyo DA, Arifin J, Kasnodihardjo. Balutan pikukuh persalinan Baduy. Surabaya: Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan Dan Pemberdayaan Masyarakat; 2014.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Media of Health Research & Development)Indexed on:

p-ISSN: 0853-9987
e-ISSN: 2338-3445
Published by: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Jalan Percetakan Negara No.29
Jakarta Pusat 10560
Indonesia



Visitor of MPK : View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Copyright©2016-Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan