Profil Obat Diare yang Disimpan di Rumah Tangga di Indonesia Tahun 2013

Mariana Raini, Ani Isnawati

Abstract


Diarrhea is a major health problem in developing countries. Data form WHO and Unicef show that diarrhea caused 2 million deaths each year and part of it 1,9 million are children under five years. Riskesdas 2013 stated the prevalence of diarrhea in Indonesia is 7%, whereas 12.2% is the prevalence in children under five. This analysis aims to get a profile of diarrhea medication that was stored in households in Indonesia. This study used Riskesdas 2013 data with the design was cross sectional. This study analyzed households data from interview and observation in Riskesdas 2013.The analysis showed that the highest percentage of diarrhea drugs stored at household is adsorbans (39.4%), followed by antimicrobial(20.2%) and traditional medicine (19.2%). The households distribution of diarrhea drugs are mostly found in villages (70%) and in average the household stored one type of diarrhea is 81.4%. The proportions of drug that stored in households is comparable between bought from pharmacy (34.2%)and drug stores/stalls (33.7%), and most of it purchased without a prescription (75.9%). Drug status that is stored in the household comes from the previous treatment (47.8%) and for emergency stock is43.6%. Average duration of treatment for diarrhea is 1-3 days (44.4%) and percentage of household using stored diarrhea medication if needed is 41%. Most drugs are kept in good condition (94.1%).Based on province, the highest proportion of diarrhea medications stored in households is in East Java(19.9%), followed by West Java (17.4%), and Central Java (10.5%).

Keywords: diarrhea, rational, diarrhea medicine, anti-microbial

 

Abstrak

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara-negara berkembang. Menurut World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF), diare mengakibatkan 2 juta kematian setiap tahun dengan 1,9 juta di antaranya adalah balita. Laporan Riset Kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 menyatakan prevalensi diare di Indonesia adalah 7%, pada balita12,2%. Analisis ini bertujuan untuk mendapatkan profil obat diare yang disimpan di rumah tangga. Disain penelitian adalah cross sectional. Metode yang digunakan adalah menganalisis data dari hasil wawancara dan observasi rumah tangga yang menyimpan obat pada pelaksanaan Riskesdas 2013. Hasil analisis menunjukkan bahwa obat diare yang disimpan di rumah tangga terbanyak adalah adsorbans (39,4%), diikuti antimikroba (20,2%), dan obat tradisional (19,2%). Sebaran rumah tangga yang menyimpan obat diare terbanyak adalah di desa (70%) dan rata-rata rumah tangga menyimpan 1 jenis obat diare (81,4%). Proporsi obat yang disimpan rumah tangga sebanding antara yang diperoleh dari apotek (34,2%) dan dari toko obat/warung (33,7%) dan terbanyak dibeli tanpa menggunakan resep(75,9%). Status obat yang disimpan di rumah tangga adalah sisa pengobatan sebelumnya (47,8%)dan untuk persediaan jika sakit (43,6%). Lama pengobatan obat diare, rata-rata 1-3 hari (44,4%) dan rumah tangga yang menyimpan obat diare dan digunakan kalau perlu saja sebanyak 41%. Sebanyak 94,1% obat diare yang disimpan dalam kondisi baik. Berdasarkan provinsi, proporsi obat diare yang disimpan di rumah tangga tertinggi pada Provinsi Jawa Timur (19,9%), diikuti Jawa Barat (17,4%) dan Jawa Tengah (10,5%).

Kata Kunci: diare, rasional, obat diare, antimikroba.

 


Keywords


diare; rasional; obat diare; antimikroba; diarrhea; rational; diarrhea medicine; anti-microbial

References


update warta Berita terkini indonesia

World Gastroenterology Organisation Global Guidelines, Acute Diarrhea in Adults and Children a Global Prospective, Febuary 2012

WHO, MDG 4 : Reduce child mortality, September 2013, diperoleh dari www.unicef.org/mdg/mortalitymultimedia/, 11 Januari 2014

Kementerian Kesehatan RI, Laporan Riskesdas 2013

Kementerian Kesehatan RI, Profil Kesehatan Indonesia 2012, hal.90.

Departeman Kesehatan RI, Survey Morbiditas Diare, tahun 2010. Laporan Subdit Diare, Ditjen P2MPLP, 2011

WHO Media Center, Diarrhoreal Disease, April 2013, diperoleh dari www.who.int/mediacentre/factsheets/fs330/en/, 12 Januari 2015

Unicef & WHO, Diarrhoea : Why children are still dying and what can be done, 2009 diperoleh dari www.unicef.org/media/files/Final_Diarrhoea_Report_October_2009, 11 Januari 2015

CDC, Global Diarrhea Burden, 2012, diperoleh dari www.cdc.gov/healthywater/global, 12 Januari 2015.

Kementerian Kesehatan, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1216/Menkes/SK/XI/2001 tentang Pedoman pemberantasan penyakit diare, 2001.

Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Buku Saku Petugas Kesehatan, Lima Langkah Tuntaskan Diare, 2011.

Pengobatan Diare yang Tepat, diperoleh dari

http://medicastore.com/diare/pengobatan_diare.htm, 10 Februari 2015

Medscape Multispeality, Diarrhea: Causes and Self Care Treatments, US Pharmacist 2000; 25 (11), diperoleh dari www.medscape.com, 10 Februari 2015.

Trimethoprim and Sulfamethoxazole, diperoleh dari http://www.drugs.com/ppa/trimethoprim-sulfamethoxazole, 10 Februari 2015

Tetrasiklin, diperoleh dari http://www.dechacare.com/Tetracycline-P526-1.html, 10 Februari 2015

Metronidazole, diperoleh dari http://www.drugbank.ca/drugs/, 10 Ferbuari 2015

Raini M, Gitawati R, Rooslamiati I, Kerasionalan Penggunaan Obat Diare yang Disimpan Di Rumah Tangga Di Indonesia, Jurnal Kefarmasian Indonesia, Vol.5 No. 1 Juni 2015.

Kementerian Kesehatan, Situasi Diare Di Indonesia, Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, triwulan II, 2011


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Media of Health Research & Development)Indexed on:

p-ISSN: 0853-9987
e-ISSN: 2338-3445
Published by: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Jalan Percetakan Negara No.29
Jakarta Pusat 10560
Indonesia



Visitor of MPK : View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Copyright©2016-Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan