Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kepatuhan Berobat pada Pasien TB Paru yang Rawat Jalan di Jakarta Tahun 2014

Ida Diana Sari, Rofingatul Mubasyiroh, Sudibyo Supardi

Abstract


Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by the Mycrobacterium tuberculosis. Pulmonary TB cure rate in certain areas in Indonesia is still low.The research objective was to determine the relationship between knowledge, attitudes and compliance outpatient pulmonary tuberculosis in 5 regional public hospitals in Jakarta. This study used a cross-sectional design with each of the 10 samples in each of regional public hospital in Jakarta. The inclusion criteria were adult patients with TB category I observed during 7-8 months. Collecting data using questionnaires and medical records of the patients, and data analysis using Chi Square test. Conclusion of the study shows that the rate of72,7% adherence to treatment. There is no significant relationship between knowledge, attitudes and compliance of out patient pulmonary tuberculosis patients (p > 0.05).

Keywords: knowledge, attitudes, compliance, pulmonary tuberculosis, outpatient hospital

 

Abstrak

Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycrobacterium tuberkulosis. Angka kesembuhan TB paru di daerah tertentu di Indonesia masih rendah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan kepatuhan berobat jalan pasien TBparu di 5 RSUD Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan masing-masing 10 sampel di setiap RSUD Kota Jakarta. Kriteria inklusi adalah pasien dewasa TB paru kategori I yang diobservasi selama 7-8 bulan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan kartu rekam medik pasien, dan analisis data menggunakan uji Chi Square. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa angka kepatuhan berobat sebesar 72,7%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan kepatuhan berobat jalan pasien TB paru (p > 0,05).

Kata Kunci: pengetahuan, sikap, kepatuhan, TB paru, pasien rawat jalan RS


Keywords


pengetahuan; sikap; kepatuhan; TB paru; pasien rawat jalan RS; knowledge; attitudes; compliance; pulmonary tuberculosis; outpatient hospital

References


World Health Organization. Guidelines for Treatment of Tuberculosis.fourth edition, Geneva; 2010.

Dit.Jen P2M dan PLP. Strategi nasional pengendalian Tb di Indonesia 2010-2014. Jakarta; 2011.

Direktorat jendral pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta; 2010.

Direktorat jendral pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan Kementerian Kesehatan RI. (2011). Laporan situasi terkini perkembangan tuberculosis di Indonesia.www.tbindonesia.or.id/ pdf/ 2011/Indonesia Report2011. Diunduh 31 mei 2012

World Health Organization. Global Tuberculosis Report 2013. France : World Health Organization; 2013.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Tuberkulosis, Jakarta, Departemen Kesehatan; 2005

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010. Jakarta : Kementerian kesehatan Republik Indonesia; 2010.

Bagiada, I Made., & Primasari, Ni Luh Putri. (2010). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Ketidakpatuhan Penderita Tuberculosis Dalam berobat di Poliklinik DOTS RSUP Sanglah Denpasar. Jurnal Penyakit Dalam, 11, 2010; 158-163.

Notoatmodjo, Soekidjo. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2007.

Green, Lawrence. Health Education Planning a Diagnostic Approach. Baltimore. The John Hopkins University, Mayfield Publishing Co; 1980.

Widagdo, W. (2003). Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Penderita Mengenai Pengobatan Tuberkulosis Dalam Konteks Keperawatan Komunitas di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan tahun 2002. www.digilib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/abstrakpdf.jsp/id=72984. Diunduh 25 juli 2012.

Murtantiningsih. (2010). Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kesembuhan Penderita TB Paru (Studi Kasus di Puskesmas Purwodadi Kabupaten Grobogan. journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas/article/download/1946. Diunduh 29 Maret 2012.

Nuha Muniroh, Siti Aisah, Mifbakhuddin, Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesembuhan Penyakit Tuberculosis (TBC) Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkang Semarang Barat. Jurnal Keperawatan Komunitas, Volume 1, No. 1, Mei 2013; 33-42

Rachmat, Ichlas. B. Hubungan Penerapan Strategi DOTS Terhadap Keberhasilan Terapi TB Puskesmas Keramata Jati Periode Januari 2010-Oktober 2010.

Widayati N, Ulfania N. Studi Deskriptif Faktor-faktor Penyebab Default Pada Penderita TB Paru Program Directly Observed Treadment Short-Course (DOTS) Di RSUD Batang Tahun 2012. Skripsi Program Studi Keperawatan STIKes Muhammadiyah Pekajangan Agustus 2013.

Octaria Y, Sibuea S. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Terhadap Kepatuhan Ibu/Bapak Dalam Pengobatan Tuberkulosis Anak Di Poli Anak Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung. Medical Journal of Lampung University Volume 2 No 4 Februari 2013.

Dameria R, Sitanggang. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat pada pasien TB Paru di Poliklinik Paru RS Bhayangkara TK. I R. Said Sukanto Kramat Jati - Jakarta Timur 2012” Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta; 2012

Budiman, Novie E. Mauliku, Anggraeni D. Analisis Faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tb Paru Pada Fase Intensif Di Rumah Sakit Umum Cibabat Cimahi. Skripsi STIKES A. Yani Cimahi; 2010.

Pasek MS, Suryani N, Murdani KP. Hubungan Persepsi Dan Tingkat Pengetahuan Penderita Tuberkulosis Dengan Kepatuhan Pengobatan Di Wilayah Kerja Puskesmas Buleleng. Jurnal Magister Kedokteran Keluarga Vol 1, No 1, 2013 (hal 14-23).

Septia A, Rahmalia S, Sabrian F. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tb Paru Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB Paru di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad. JOM PSIK Vol.1 No 2; 2014

Loriana R, Thaha MR, Ramdan IM. Efek Konseling Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Kepatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Unhas; 2014

Dhewi GI, Armiyati Y, Supriyono M. Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap Pasien Dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tb Paru Di BKPM Pati. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 2: Desember 2012

Apriani RM, Fasich, Athijah U. Analisis Terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Empat FDC (Fixed Dose Combination). Majalah Farmasi Airlangga, Vol.8 No.1, April 2010 hal 1-9.

Manalu HSP; Sukana B. Aspek Pengetahuan Sikap dan Perilaku Masyarakat Kaitannya Dengan Penyakit TB Paru. Media Litbang Kesehatan Volume 21 Nomor 1 Tahun 2011; 39-46.

Nugroho RA. Studi Kualitatif Faktor yang Melatar Belakangi Drop Out Pengobatan Tuberkulosis Paru. Skripsi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang http://journal.unnes.ac.id/ index.php/kemas. Vol. 7 No. 1; 2011

Erawatyningsih E, Purwanta, Subekti, Heru. Faktor-faktor yang mempengaruhi Ketidakpatuhan Berobat pada Penderita Tuberkulosis Paru. .Berita Kedokteran Masyarakat, 25(3). 2009; 117-124


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Media of Health Research & Development)Indexed on:

p-ISSN: 0853-9987
e-ISSN: 2338-3445
Published by: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Jalan Percetakan Negara No.29
Jakarta Pusat 10560
Indonesia



Visitor of MPK : View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Copyright©2016-Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan