Risiko Penularan Demam Berdarah Dengue berdasarkan Maya Indeks dan Indeks Entomologi di Kota Tangerang Selatan, Banten

Endang Puji Astuti, Heni Prasetyowati, Aryo Ginanjar

Abstract


South Tangerang City become the highest contributor of dengue in 2014 in the province of Banten. The increasing of dengue cases in this city indicates that transmission still ongoing and the vector controlsless optimal. The aim of this study is to assess the transmission risk of dengue in endemic regions based Maya index and Entomology index. This cross sectional study was conducted in three health centers which highest dengue case at last three years that is Benda Baru, Bakti Jaya and Pondok Jagung in June2015. The survey larvae in containers has conducted in 100 houses in each area of the health center,so that the total sample taken is 300 houses. Containers were observed categorized into containers of controlled / Controllable Containers (CC) and containers used / Disposable Container (DC). Datawere analyzed descriptively to determine the proportion of the number and types of containers. Mayaindex obtained from categorization ratio of Breeding Risk Indicator (BRI) and Hygiene Risk Indicator(HRI). Container Index (CI), House Index (HI), Bruteau Index (BI), House Pupa Index (HPI), Pupa Index (PI) were calculated to assess the density of larvae. The results showed 833 containers with 785 containers belonging to CC and 48 included in the DC. The largest of positive Controllable Container inSouth Tangerang City is a bucket (22.7%), bath up (15.5%) and water reservoirs in dispenser (12.4%),while Disposable Container most positive larvae are buckets former (10.3%) and used goods (7.2%).Value Container Index (CI) was 11.7%, House Index (HI) 27.3%, Angka Bebas Jentik (ABJ) 72.7%,and Bruteau Index (BI) 32.3%. The number of pupae depicted with PI 29.3% and HPI 2.7% which is relatively low. Based on Maya index and Entomology index South Tangerang city has a moderate risk level in the transmission of dengue.

Keywords: DBD, Entomology Index, Maya index, South Tangerang City

 

Abstrak

Kota Tangerang Selatan menjadi penyumbang tertinggi DBD tahun 2014 di Provinsi Banten. Peningkatan kasus DBD tiap tahun di wilayah ini menunjukkan penularan masih berlangsung dan upaya pengendalian yang dilakukan kurang optimal. Oleh sebab itu dilakukan penelitian untuk menilai risiko penularan DBD di wilayah endemis DBD berdasarkan Maya Indeks dan indeks entomologi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan potong lintang di tiga puskesmas endemis tertinggi tiga tahun terakhir yaitu Benda Baru,Bakti Jaya dan Pondok Jagung Kota Tangerang Selatan bulan Juni 2015. Survei jentik pada kontainerdi 100 rumah di masing-masing wilayah puskesmas sehingga total sampel yang diambil adalah 300rumah. Kontainer yang diamati dikategorikan menjadi kontainer terkendali/Controllable Containers (CC)dan kontainer bekas/Disposable Container (DC). Data dianalisa secara deskriptif untuk menentukan proporsi jumlah dan jenis kontainer. Maya Indeks diperoleh dari hasil pengkategorian rasio Breeding Risk Indicator (BRI) dan Hygiene Risk Indicator (HRI), Container Index (CI), House Index (HI), BruteauIndex (BI), House Pupa Index (HPI), Pupa Index (PI) dihitung untuk menilai kepadatan larva. Dari hasil pengamatan diperoleh 833 kontainer dengan 785 kontainer tergolong CC dan 48 termasuk dalam DC.Controllable Container yang positif larva terbanyak di Kota Tangerang Selatan adalah ember (22,7%),bak (15,5%) dan penampungan air di dispenser (12,4%), sedang Disposible Container yang paling banyak positif larva adalah ember bekas (10,3%) kemudian barang bekas (7,2%). Nilai Container Index(CI) sebesar 11,7% dan House Index (HI) 27,3%, Angka Bebas Jentik (ABJ) 72,7%, dan Bruteau Index(BI) 32,3%. Indeks pupa digambarkan dengan PI 29,3% dan HPI 2,7% yang masih relatif rendah.Wilayah endemis DBD Kota Tangerang Selatan memiliki tingkat risiko sedang dalam penularan DBD.

Kata Kunci: DBD, indeks entomologi, Maya Indeks, Tangerang Selatan


Keywords


Maya Indeks; Indeks entomologi; Endemis DBD; Tangerang Selatan

References


Ditjen PP dan PL. Demam berdarah dengue di Indonesia tahun 1968 – 2009. Dalam: Topik utama Buletin Jendela Epidemiologi. Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi Kementerian Kesehatan RI. Agustus 2010;2:1–14.

Ditjen PP dan PL. Situasi demam berdarah dengue di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Infomasi Kementerian Kesehatan RI. 2014.

Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Profil kesehatan Provinsi Banten : Jadikan desa kita “desa siaga aktif” masyarakat mandiri untuk hidup sehat. Banten: Dinas Kesehatan provinsi

Banten. 2011.

Purnama SG, Baskoro T. Maya index dan kepadatan larva Aedes aegypti terhadap infeksi dengue. Makara Kesehatan Desember 2012;16(2):57-64.

Suhermanto, Satoto TBT, Widartono BS. Spatial analysis on vulnerability to dengue haemorragic fever in Kota Baru Subdistrict, Jambi Municipality Jambi Province. Tropical Medicine Journal 2012;2(1):45-56.

Danis-Lozano R, Rodriguez MH, Hernandez Avila M. Gender-related family head schooling and Aedes aegypti larval breeding risk in southern Mexico. Salud Publica Mex. 2002;44(3):237-42.

Miller J, Martinez-Balanzar A, Gazga-Salinas D. Where Aedes aegypti live in Guerrero; using the maya index to measure breeding risk. In: Halstead S, Gomez-Dantes H., eds. Dengue: A worldwide problem, a common strategy. Mexico,

DF: Ministry of Health, Mexico, and Rockefeller Foundation;1992:311-17.

Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Buku Saku Pengendalian Demam Berdarah Dengue untuk Pengelola Program DBD Puskesmas. Kementerian Kesehatan RI. 2013.

Service MW. Mosquito ecology field sampling methods. Chapman and Hall. 2008

Dewantara PW, Dinata A. Analisis risiko dengue berbasis maya index pada rumah penderita DBD di Kota Banjar Tahun 2012. Balaba 2015;11(1):1-8.

Ramadhani MM, Astuty H. Kepadatan dan penyebaran Aedes aegypti setelah penyuluhan DBD di Kelurahan Paseban, Jakarta Pusat. JKI. April 2013;1(1).

Astuti EP, Prasetyowati H, Hendri J, Wahono T, Ginandjar A. Pemetaan status kerentanan Aedes aegypti terhadap insektisida di Provinsi Banten. [Laporan Penelitian]. Ciamis: Loka Litbang P2B2 Ciamis Badan Litbangkes Kementerian

Kesehatan RI. 2015.

Pascawati NA. Survei entomologi dan penentuan maya index di daerah endemis demam berdarah dengue di Dusun Krapyak Kulon, Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul DIY. Jurnal Medika Respati 2015;X(3).

Rokhmawanti N. Hubungan maya index dengan kejadian demam berdarah dengue di Kelurahan Tegalsari Kota Tegal. [Skripsi]. Semarang: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. 2014.

Badrah S, Hidayah N. Hubungan antara tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti dengan kasus demam berdarah dengue di Kelurahan Penajam Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. J Trop Pharm Chem. 2011;1(2):153-60.

Yudhastuti R, Vidiyani A. Hubungan kondisi lingkungan, kontainer, dan perilaku masyarakat dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di daerah endemis demam berdarah

dengue Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan 2005;1(2):170-82.

Ma’mun. Survei entomologi penyakit demam berdarah dengue dan perhitungan maya index di Dusun Kalangan, Kelurahan Baturetno, Kabupaten Bantul. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. 2007.

Erlanger T, Keiser J, Utzinger J. Effect of dengue vector control interventions on entomological parameters in developing countries: A systematic review and meta-analysis. Med Vet Ento. 2008;22:203-21.

Mardihusodo SJ, Satoto TBT, Garcia A, Focks D. Pupal/demographic and adult aspiration surveys of residential and public sites in Yogyakarta, Indonesia, to inform development of a targeted source control strategy for dengue. Dengue Bull. 2011;35:141-152.

Shinta, Sukowati S. Penggunaan metode survei pupa untuk memprediksi risiko penularan demam berdarah dengue di lima wilayah endemis di DKI Jakarta. Media Litbangkes 2013;23(1):31-40.

Focks, DA., Alexander, N. Multicountry Study of Aedes aegypti Pupal Productivity Survey Methodology. Findings and Recomendations. 2006. WHO. TDR/IRM/DEN/06.1.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Media of Health Research & Development)Indexed on:

p-ISSN: 0853-9987
e-ISSN: 2338-3445
Published by: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Jalan Percetakan Negara No.29
Jakarta Pusat 10560
Indonesia



Visitor of MPK : View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Copyright©2016-Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan