ANALISIS MODEL FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI INFEKSI KECACINGAN YANG DITULARKAN MELALUI TANAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI DISTRIK ARSO KABUPATEN KEEROM, PAPUA

Semuel Sandy, Sri Sumarni, Soeyoko Soeyoko

Abstract


Abstrak
Infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah masih merupakan masalah kesehatan di daerah pedesaan. Parasit cacing yang paling banyak menginfeksi adalah Ascaris lumbricoides, Cacing tambang (hookworm) dan Trichuris trichiura. Penyakit ini umumnya terkait dengan faktor sosial-ekonomi, perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian bertujuan mengetahui prevalensi infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah pada siswa sekolah dasar (SD) di Distrik Arso Kabupaten Keerom dan mengetahui hubungan infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah terhadap status gizi, status anemia, sosial ekonomi orang tua murid, sanitasi lingkungan dan higiene perorangan. Penelitian menggunakan metode potong lintang (cross sectional) dengan melakukan pengukuran antropometri tinggi badan, berat badan, pengukuran kadar Hb untuk melihat status anemia pada 224 murid SD di Distrik Arso Kabupaten Keerom. Pengumpulan data sosial-ekonomi, sanitasi, higiene perorangan mengunakan kuesioner. Pemeriksaan infeksi kecacingan menggunakan metode Kato-Katz dan pengukuran variable intensitas infeksi berdasarkan metode WHO. Analisis statistik bivariat dan multivariat digunakan untuk melihat variabel faktor risiko yang berperan dalam penularan infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah. Hasil penelitian menunjukkan infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar didapatkan sebesar 29,9% dari 224 murid SD. Jumlah murid sekolah dasar yang terinfeksi ascariasis 23,2%, terinfeksi cacing tambang 7,6% dan terinfeksi trikhuriasis 4,9%. Sedangkan murid SD yang mengalami anemia 12,5% dan indeks massa tubuh (IMT) kurang 79,5%. Hasil analisis multivariat menggunakan regresi logistik diperoleh variabel faktor risiko yang berkaitan dengan infeksi kecacingan STH yaitu: kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dengan air dan sabun (OR = 0,33; 95% CI 0, 14-0, 78 dan nilai p = 0,012). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah pada anak sekolah dasar di Distrik Arso Kabupaten Keerom adalah faktor kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dengan air dan sabun.

Kata kunci : soil transmitted helminths, anemia, status gizi, higiene, sanitasi lingkungan

Abstract
Soil transmitted helminths infections (STH) is still become a health problem in rural area. STH is parasitic worm that infects most are Ascaris lumbricoides, hookworm and Trichuristrichiura. The STH infections were associated with socio-economic factors, sanitation, and personals hygiene. This study aims to determine the prevalence of STH infection on primary students in District Arso, Keerom and the relationship between STH infection and the nutritional status, anemia status, socio-economic, sanitation and hygiene. Studies used cross sectional design, involving 224 primary students in District Arso, anthropometric parameter were measured, assessment of anemia and detection of helminthes
eggs used Kato-Katz method. Socio-economic data, sanitation, personal hygiene were measured with questionnaires. Bivariate and multivariate statistical analysis was used to determine the association between STH infections with risk factors. The prevalence of STH is 29.9% (67 students) of the 224 students with mild infection intensity at each primary students. The prevalence of ascariasis is 23.2%, hookworm is 4.9%, and trichuriasis is 7.6%. While the primary school students who are anemic 12.5% and body mass index (BMI) less than 79.5%. Multivariate analysis using logistic regression obtained variable risk factors associated with worm infection STH is habit of washing hands with water and
soap before eating (OR = 0.330, 95% CI 0.140 to 0.346 and p = 0.012).It is Concluded that risk factors associated with the incidence of STH infection on primary students in District Arso Keerom are washing hands with water and soap before eating.

Keywords : soil transmitted helminths, anemic, nutritional status, hygiene, environmental sanitation


Keywords


soil transmitted helminths, anemia, status gizi, higiene, sanitasi lingkungan

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Media of Health Research & Development)Indexed on:

p-ISSN: 0853-9987
e-ISSN: 2338-3445
Published by: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Jalan Percetakan Negara No.29
Jakarta Pusat 10560
Indonesia



Visitor of MPK : View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Copyright©2016-Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan