Gambaran Kondisi Masyarakat pada Masa Surveilans Pasca-Transmission Assesment Survey (TAS)-2 Menuju Eliminasi Filariasis di Kabupaten Bangka Barat

nungki hapsari suryaningtyas, maya arisanti, Ade Verientic Satriani, nur inzana, santoso santoso, suhardi suhardi

Abstract


Abstract

Filariasis elimination program is a national priority with the main agenda conducting mass drug administration (MDA). West Bangka Regency is one of the districts that have implemented filariasis elimination program and has entered a stage stop MDA filariasis surveillance period. This study aims to describe the condition of the community during the post-TAS-2 surveillance in four villages in West Bangka Regency based on blood tests, knowledge, attitudes, behavior and society on filariasis based on blood tests, knowledge, attitudes, behavior, environment of filariasis. Data collected through interviews and examination of venous blood filtration to 150 people in four selected villages. Blood filtration test results obtained three positive respondents Brugia malayi microfilariae species and density of each patient amounted to 116 mf / ml, 245 mf / ml and 112 mf / ml. Respondents' knowledge about the symptoms, modes of transmission, consequences and ways of preventing filariasis is still very low. The attitude of the respondents towards the prevention and eradication of filariasis in good categories. Treatment history most respondents ever get preventive treatment of filariasis, but only 2 percent ever taking medications to prevent filariasis five times. Behavior of respondents to safeguard oneself against mosquito bites by using mosquito nets have been conducted (73.3%) and mosquito (65.3%). Most respondents in the habit of going out at night (78.7%). Found swamp (23.3%) and reservoir host (cats) by 40.7 percent of respondents around the house. The presence of positive filariasis indicates the presence of filariasis. PSP of filariasis-related community still needs to be improved as prevention of filariasis. The presence of swamps can be carried out where potential filariasis vector vanishes. Cats as reservoirs found around the home can be a source of transmission of filariasis.

Keywords : microfilariae, knowledge, attitude, practise, environment, West Bangka

Abstrak

Program eliminasi filariasis merupakan salah satu prioritas nasional dengan agenda utama melaksanakan kegiatan pemberian obat pencegahan secara masal (POPM) filariasis. Kabupaten Bangka Barat adalah salah satu kabupaten yang telah melaksanakan program eliminasi filariasis dan telah memasuki tahap surveilans periode stop POPM filariasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi masyarakat pada masa surveilans pasca TAS-2 di empat desa di Kabupaten Bangka Barat berdasarkan pemeriksaan darah, pengetahuan, sikap, perilaku dan lingkungan masyarakat tentang filariasis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pemeriksaan filtrasi darah vena terhadap 150 orang yang berada di empat desa terpilih. Hasil pemeriksaan filtrasi darah didapatkan tiga responden positif mikrofilaria dengan spesies Brugia malayi dan kepadatan masing-masing penderita sebesar 116 mf/ml, 245 mf/ml dan 112 mf/ml. Pengetahuan responden mengenai gejala, cara penularan, akibat yang ditimbulkan dan cara pencegahan filariasis masih sangat rendah. Sikap responden terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan filariasis dalam kategori baik. Riwayat pengobatan sebagian besar responden pernah mendapatkan pengobatan pencegahan filariasis, akan tetapi hanya 2 persen yang pernah minum obat pencegahan filariasis sebanyak lima kali. Perilaku responden terhadap upaya perlindungan diri terhadap gigitan nyamuk telah dilakukan dengan menggunakan kelambu (73,3%) dan antinyamuk (65,3%). Sebagian besar responden mempunyai kebiasaan keluar rumah pada malam hari (78,7%). Ditemukan rawa (23,3%) dan hewan reservoir (kucing) sebesar 40,7 persen di sekitar rumah responden. Masih ditemukannya penderita positif filariasis mengindikasikan adanya penularan filariasis. PSP masyarakat terkait filariasis masih perlu ditingkatkan sebagai upaya preventif terhadap filariasis. Adanya keberadaan rawa dapat menjadikan tempat potensial perindukan vektor filariasis. Kucing sebagai reservoir yang ditemukan disekitar rumah dapat menjadi sumber penularan filariasis.

Kata kunci: mikrofilaria, pengetahuan, sikap, perilaku, lingkungan, Bangka Barat


Keywords


microfilariae, knowledge, attitude, practise, environment, West Bangka

References


Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Repubik Indonesia Nomor 94 tahun 2014, tentang Penanggulangan Filariasis. Jakarta; 2014:1–118.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat. Laporan Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat.; 2015.

Ardias, Setiani, Onny dan Hanani Y. Faktor Lingkungan dan Perilaku Masyarakat yang Berhubungan dengan Kejadian Filariasis di kabupaten Sambas. J Kesehat Lingkung Indones. 2012;11(2):199–207.

Santoso, Hotnida, S dan Oktarina R. Faktor Risiko Filariasis Di Kabupaten Muaro Jambi. Bul Penelit Kesehat. 2013;41(3):152–162.

Dreyer G et all. Studies on the Periodicity and Intravascular Distribution of Wuchereria bancrofti microfilariae in Paired Samples of Capillary and Venous Blood from Recife, Brazil. Trop Med Int Heal. 1996;1(2):264–272.

World Health Organization. Bench Aids for the Diagnosis of Filarial Infections. Geneva: World Health Organization; 1997.

Supali T, Djuardi Y, Bradley M, Noordin R, Rückert P, Fischer PU. Impact of Six Rounds of Mass Drug Administration on Brugian Filariasis and Soil-Transmitted Helminth Infections in Eastern Indonesia. PLoS Negl Trop Dis. 2013;7(12):1–9. doi:10.1371/journal.pntd.0002586.

Weil GJ. The Impact of Repeated Rounds of Mass Drug Administration with Diethylcarbamazine Plus Albendazole on Bancroftian Filariasis in Papua New Guinea. Plos Neglected Trop Dis. 2008;2(12):1–7.

Krentel A, Fischer PU, Weil GJ. A Review of Factors That Influence Individual Compliance with Mass Drug Administration for Elimination of Lymphatic Filariasis. PLoS Negl Trop Dis. 2013;7(11):1–12. doi:10.1371/journal.pntd.0002447.

Ambarita L, Taviv Y, Sitorus H, Pahlepi RI, Kasnodihardjo. Perilaku Masyarakat Terkait Penyakit Kaki Gajah Dan Program Pengobatan Massal Di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari, Jambi. Media Penelit dan Pengemb Kesehat. 2014;24(4 Des):191–198. http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/view/3673.

Ipa M, Astuti EP, Fuadzy H, Hakim L. Analisis Cakupan Obat Massal Pencegahan Filariasis di Kabupaten Bandung dengan Pendekatan Model Sistem Dinamik. Balaba. 2016;12(1):31–38.

Nasrin. Faktor-faktor Lingkungan Dan Perilaku Yang berhubungan Dengan Kejadian Filariasis Kabupaten Bangka Barat. Progr Pascasarj Univ Diponegoro. 2008;(12).

Veridiana NN, Chadijah, Sitti N. Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Filariasis Di Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Bul Penelit Kesehat. 2015;43(1):47–54.

Al-Abd, NM; Nor, ZM; Ahmed, A; Al-Adhroey, AH; Mansor, M and Kassim M. Lymphatic Filariasis in Peninsular Malaysia: A Cross-Sectional Survey of the Knowledge, Attitudes, and Practices of Residents. Parasit Vectors. 2014;7(545):1–9. https://parasitesandvectors.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13071-014-0545-z.

Astuti, Endang Puji; Ipa, Mara; Wahono, Tri; Ruliansyah A. Analisis Perilaku Masyarakat terhadap Kepatuhan Minum Obat Filariasis di Tiga Desa Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung Tahun 2013. Media Litbang Kesehat. 2014;24(4):199–208.

Garjito, TA dkk. Filariasis Dan Beberapa Faktor Yang Berhubungan dengan Penularannya di Desa Pangku Tolole, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. J Vektora. 2013;V(2):54–65.

Juhairiyah, Hairani B. Kasus Penderita Filariasis di Kecamatan Tanta , Kabupaten Tabalong Tahun 2009 Setelah 5 Tahun Masa Pengobatan. Buski. 2013;4(4):162–166.

Willa RW, Noshirma M. Permasalahan Filariasis dan Vektornya di Desa Soru Kecamatan Umbu Ratunggai Kabupaten Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur. Aspirator. 2015;7(April):58–65.

Yahya; Santoso. Studi Endemisitas Filariasis di Wilayah Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari Pasca Pengobatan Massal Tahap III. Bul Penelit Kesehat. 2012;41(1):18–25.

Supriyono, Supriyono Tan, Suriyani, Hadi UK. Perilaku Nyamuk Mansonia dan Potensi Reservoar dalam Penularan Filariasis di Desa Gulinggang Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. Aspirator. 2017;9(1):1–10


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research, p-ISSN: 0125-9695. e-ISSN: 2338-3453) is published by Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia
Main Indexing :

More...
Visitor Number : View BPK Statistics
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.