Perubahan Jumlah Limfosit pada Penderita Malaria Falciparum dan Vivax

Fridolina Mau, S.Si, M,Sc, Mulatsih Mulatsih

Abstract


Abstract
A definitive diagnosis of malaria is done by microscopic examination since it remains the gold standard..
Number of leukocytes among malaria patients changes in lymphocyte cells as an indicator of infection.
Preparations of blood samples obtained from mass blood survey methods (MBS) in Central Sumba District,
2015. There were 50 blood samples of 25 positive fasciparum and 25 positive vivax. It is found 84%
increase in lymphocytes in patients with plasmodium falciparum and an increased of 72% of lymphocytes
cells among patients with plasmodium vivax compared to reference value. The average number of P.
falciparum is 39,7200 lymphocytes and P.vivax is of 21,6000. A statistical test found that p value of
<0.05 indicating there is a significant difference between the number of lymphocytes in P. falciparum
and P. vivax. Iincreased cells significantly found in old stage of trofosoit with a density between 12-4156
mL. It can be concluded that significant increase of lymphocyte cells and its morphology of plasmodium
falciparum and vivax can be used to diagnose malaria patientswith microscopic methods.
Keywords: lymphocytes, Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, microscopic

 

Abstrak
Diagnosis pasti malaria dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopis karena hingga saat ini masih
merupakan "baku emas" Pada penderita malaria dalam darah ditemukan adanya perubahan jumlah sel
leukosit oleh karena itu penderita dengan perubahan jumlah sel limfosit dihubungkan dengan infeksi
malaria. Sampel adalah pasien yang dicari secara aktif di masyarakat dengan metode survei darah masal
(MBS) di Kabupaten Sumba Tengah Provisi Nusa Tenggata Timur tahun 2015. Total sampel adalah 50
orang positif malaria, terdiri dari positif falciparum 25 orang dan positif vivax 25 orang. Pada penderita
malaria falciparum ditemukan 84% terjadi peningkatan sel limfosit dari nilai rujukan sedangkan malaria
vivax 72% mengalami peningkatan sel limfosit dan 28% berada dalam nilai rujukan. Rata-rata jumlah
limfosit P. falciparum 39,7200 dan P.vivax 21,6000 hasil uji statistik didapatkan nilai (P) berarti nilai P <
0,05 menunjukan ada perbedaan yang signifikan antara jumlah limfosit pada P.falciparum dan P. vivax.
Peningkatan sel secara bermakna ditemukan pada stadium trofosoit tua dengan kepadatan antara 12-
4156 parasit/μl. Kesimpulan berdasarkan hasil analisis didapatkan jumlah peningkatan sel limfosit pada
penderita malaria falciparum dan vivax yang menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan maka dapat
dipakai dalam diagnosa mikroskopis malaria penderita positif dengan jumah sel limfosit lebih banyak dan
ditemukan morfologi P.falcifarum.
Kata Kunci : persentase limfosit, Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, mikroskopis


Keywords


persentase limfosit, Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, mikroskopis

References


DAFTAR RUJUKAN

Hänscheid T, Längin M, Lell B, Pötschke M,

Oyakhirome S, Kremsner PG, et al. Full blood

count and haemozoin-containing leukocytes

in children with malaria : diagnostic value and

association with disease severity. 2008;10:1–

Suwandi JF, Asmara W, Kusnanto H. Mapping

and Prevalence of Malaria Falciparum Patients

with ACT Failed Therapy, in Hanura Public

Health Center.2014;169–77.

Tuti S. B eberapa Prinsip Dasar Pemantapan

Kualitas ( Qu ulity As s urunc e I QA ) Petugas

Mikroskopis Malaria. Majalah Kedikteran

Indonesia. 2010;60(7):329–36.

Mau F. Studi Kualitas ( Quality Assurance )

Pemeriksaan Mikroskopis Malaria Di Pulau

Sumba Tahun 2009 Quality Assurance Of

Malaria Mikroskopik Malaria In Sumba Island

J Ekol Kesehat. 2013;12(2):79–86.

Mau F, Elsa Herdiana, Supargiyono FM.

Koefesien Kappa sebagai Indeks Kesepakatan

Hasil Diognosis Mikroskopis Malaria di

Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur. Bul

Penelit Kesehat. 2015;43(2):117–24.

Mau F, Elsa Herdiana, Supargiyono FM, Nasrul

M, Mohd B, Intansari US, Laksanawati IS,

Felle ZR, et al. Evaluation of the Performance

of malaria mikroskopist in primary health

centet and cross checker in Belu East Nusa

Tenggara. Trop Med J. 2013;03(01):16–28.

Warimwe GM, Murungi LM, Kamuyu G,

Nyangweso GM, Wambua J, Naranbhai V, et

al. The Ratio of Monocytes to Lymphocytes

in Peripheral Blood Correlates with Increased

Susceptibility to Clinical Malaria in Kenyan

Children. 2013;8(2):10–2.

Van Wolfswinkel ME, Vliegenthartjongbloed

K, Melo MDM, Wever PC, Mccall

MB, Koelewijn R, et al. Predictive value

of lymphocytopenia and the neutrophillymphocyte

count ratio for severe imported

malaria. BioMed Cent. 2013;12(101):1–8.

World Health Organization. Mamalia

Microscopy Qulity Assurance Manual Versi 2.

Geneva;WHO:2016.

Hardjoeno H. Interpretasi Hasil Tes

Laboratorium Diagnotik.Makasar :Hasanuddin

University Press; 2012.

Kresno SB. Imunologi diagnosa dan prosedur

laboratorium. Jakarta: Penerbit Fakultas

Kedokteran Universitas Indonesia; 2010.

Karnen Garna Bratawidjaja IR. Imonologi

Dasar. Balai Penerbit FKUI, Jakarta; 2010.

Fihirrudin NI. Perbedaan jumlah sel Limfosit

pada pendrita malaria yang terinfeksi

Plasmodium falciparum dibandingkan dengan

yang terinfeksi Plasmodium vivax. Media Bina

Ilm. 2013;7(4):48–51.

Maina RN, Walsh D, Gaddy C, Hongo

G, Waitumbi J, Otieno L, et al. Impact

of Plasmodium falciparum infection on

haematological parameters in children living in

Western Kenya. 2010;9(Suppl 3).

Bretscher MT, Supargiyono S, Wijayanti MA,

Nugraheni D, Widyastuti AN, Lobo NF, et

al. Measurement of Plasmodium falciparum

transmission intensity using serological cohort

data from Indonesian schoolchildren. 2013;1–

Kenangalem E, Karyana M, Burdarm L, Yeung

S, Simpson JA, Tjitra E, et al. Plasmodium

vivax infection : a major determinant of severe

anaemia in infancy. Malar J [Internet]. BioMed

Central; 2016;1–10. Available from: "http://

dx.doi.org/10.1186/s12936-016-1373-8


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research, p-ISSN: 0125-9695. e-ISSN: 2338-3453) is published by Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia
Main Indexing :

More...
Visitor Number : View BPK Statistics
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.